Khamis, 22 Julai 2010

ikhlas

Pengajaran:
Ramai manusia tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian orang. Padahal kata pujian daripada orang-orang itu tidak akan memberi manfaat pun kepadanya pada hari akhirat. Malah, mengharap pujian daripada manusia hanya akan menyebabkan diri terseksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka. Rugi benar orang yang tidak ikhlas, terseksa di dunia, terseksa di akhirat.
Allah berfirman:
 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu melakukan tipu daya (terhadap agama) Allah (dengan perbuatan pura-pura beriman sedang mereka kafir pada batinnya) dan Allah pula tetap membalas tipu daya mereka (dengan membiarkan mereka dalam keadaan munafik). Mereka pula apabila berdiri hendak sembahyang, mereka berdiri dengan malas. Mereka (hanya bertujuan) riak (memperlihatkan sembahyangnya) kepada manusia (supaya disangka bahawa mereka orang yang beriman) dan mereka pula tidak mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang) melainkan sedikit sekali (jarang-jarang) .”
(An-Nisa’: 142)
Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat dan yang demikian itulah agama yang benar.
(Al-Baiyinah: 5)
Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda:
“Yang sangat saya khuatirkan atas kamu ialah syirik yang terkecil." Sahabat bertanya: "Ya Rasullullah, apakah syirik yang kecil itu?" Nabi Muhammad s.a.w. menjawab: "Riya’”.
 

Sabtu, 17 Julai 2010

rahmat ilahi

Setiap muslim pasti ingin mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari Allah swt. Untuk memperolehnya, banyak pintu yang bisa dimasuki, artinya banyak sebab yang bila kita lakukan maka kita akan memperoleh rahmat dari Allah swt, satu diantaranya adalah melalui harta yang kita cari dan kita manfaatkan.

Dalam satu hadits, Rasulullah saw bersabda: “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya” (HR. Muslim dan Ahmad).